Sunday, April 28, 2019

Analisis Kisah Pipo & Embro, E-Commerce Universitas Dhyana Pura

KISAH PIPO DAN EMBRO

Cerita Embro dan Pipo adalah cerita yang kita hadapi dalam kehidupan ini, sering kali kita dibutakan dengan hal-hal yang sudah ada, dimana dengan penghasilan mencapai tujuan kita. Ketika kita merasa pekerjaan itu tidak akan tercapai, dalam kenyataan seperti itulah yang terjadi, kita berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain demimendapatkan gaji yang besar, atau terkadang kita menghabiskan banyak waktu untuk mendapatkan kerja sampingan. tetapi kita tidak pernah berpikir dimasa tua kita nanti akan seperti apa jika selalu bekerja keras dengan hasil yang kurang tanpa menyadari kesehatan mereka yang berkurang dengan berjalanya usia.
Pipo dalam cerita diatas, menggambarkan kemajuan untuk bersama, Pipo membangun sebuah keinginan yang mereka yang ia tunggu, dan jangan pernah putus asa dengan hal atau keinginan yang kita inginkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Tanpa orang-orang yang akan mencemohnya, tapi juga pipa tersebut memberi banyak maanfaat kepada orang sekitarnya. Pipo menunjukan ada jalan dan peluang selalu bisa kita raih asalkan kita mau berusaha dan mencapainya.

APA YANG AKAN SAYA LAKUKAN JIKA MENJADI PIPO ATAUPUN EMBRO ?

Setelah saya menonton video tentang pipo dan embrow, saya termotivasi dari pipo karena saya melihat pipo memiliki pemikiran bagus untuk kedepannya. Dia bekerja keras membuat saluran air bukit yang lain ke tempat tinggalnya, dan usahanya itu berhasil. Saya terinspirasi untuk membuat usaha makanan. Saya akan sudah memulai usaha saya dari semester 5 yang lalu, karena saya sudah memikirkan bagaimana saya dapat mengembangkan usaha saya nantinya.
Saya memulai usaha saya dengan membuat makanan rumahan yang saya jual secara online,seperti makanan khas bali, jajanan bali, dll. Saya akan membuat makanan yang berkualitas dan yang beda dari yang lainnyadan kemudian membuatnya semakin terkenal. Saya mempromosikan usaha saya ini melalui sosial media dan melalui info dari mulut teman ke teman. Saya menampilkan produk yang saya buat di media sosial lengkap dengan harga. Makanan yang saya buat ini sangat enak dan diminati banyak pelanggan. Harapan saya semoga bisnis yang saya jalani dapat berkembang lebih baik lagi kedepan.





Friday, April 12, 2019

CP8 E-Commerce Universitas Dhayana Pura

Definisi Perilaku Konsumen, Riset Pasar, dan Customer Relationship Management

A. Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
Pemahaman mengenai perilaku konsumen sangatlah penting dalam pemasaran. Pemahaman akan perilaku konsumen cerdas dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, yang pertama adalah untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan diskon untuk menarik pembeli. Kedua, perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan publik. Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyak menggunakan transportasi saat lebaran, pembuat keputusan dapat merencanakan harga tiket transportasi di hari raya tersebut. Aplikasi ke tiga adalah dalam hal pemasaran sosial (social marketing), yaitu penyebaran ide di antara konsumen. Dengan memahami sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide dengan lebih cepat dan efektif. Dan juga dapat memberikan gambaran kepada para pemasar dalam pembuatan produk,pnyesuaian harga produk,mutu produk,kemasan dan sebagainya agar dalam penjualan produknya tidak menimbulkan kekecewaan pada pemasar tersebut.

Ciri-Ciri Perilaku Konsumen yang Bersifat Rasional :
  1. Konsumen memilih barang berdasarkan kebutuhan.
  2. Barang yang dipilih konsumen memberikan kegunaan optimal bagi konsumen.
  3. Konsumen memilih barang yang mutunya terjamin.
  4. Konsumen memilih barang yang harganya sesuai dengan kemampuan konsumen.

Ciri-Ciri Perilaku Konsumen yang Bersifat Irrasional :
  1. Konsumen sangat cepat tertarik dengan iklan dan promosi di media cetak maupun elektronik.
  2. Konsumen memiliki barang-barang bermerk atau branded yang sudah dikenal luas.
  3. Konsumen memilih barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan gengsi atau prestise.

B. Riset Pasar
Riset pasar adalah sesuatu yang sangat penting dalam bisnis sebab dengan riset pasar akan diketahui apa saja yang diperlukan pasar atau masyarakat dan juga mengetahui para pesaing bisnis. Dengan diketahuinya apa saja yang dibutuhkan oleh pasar dan juga pesaing yang ada dapat membuat produk ataupun jasa yang sesuai dengan pasar dan dapat membuat produk atau jasa dapat bersaing di pasaran.
Dengan riset pasar dapat diketahui pula siapa saja yang membutuhkan produk atau jasa yang ditawarkan, dimana produk atau jasa tersebut di butuhkan,dan kualitas produk seperti apa yang dibutuhkan para konsumen. Dan dapan juga diketahui seberapa besar permintaan dan potensi permintaan, kapan permintaan tersebut memuncak dan kapan permintaan tersebut menurun dari konsumen.Sehingga akan mempermudah saat merencanakan strategi bisnis dan dapat menghasilkan keuntungan yang besar atau optimal. Bisa dibilang riset pasar adalah otak dalam berbisnis, sebab inilah yang menentukan kemana langkah strategi dalam berbisnis.

C. Customer Relatonship Management
Manajemen Hubungan Pelanggan (bahasa Inggris: Customer Relationship Managementdisingkat CRM) adalah suatu jenis manajemen yang secara khusus membahas teori mengenai penanganan hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya dengan tujuan meningkatkan nilai perusahaan di mata para pelanggannya.
Pengertian lain mengatakan bahwa ia adalah sebuah sistem informasi yang terintegrasi yang digunakan untuk merencanakan, menjadwalkan, dan mengendalikan aktivitas-aktivitas prapenjualan dan pascapenjualan dalam sebuah organisasi. CRM melingkupi semua aspek yang berhubungan dengan calon pelanggan dan pelanggan saat ini, termasuk di dalamnya adalah pusat panggilan (call center), tenaga penjualan (sales force), pemasaran, dukungan teknis (technical support) dan layanan lapangan (field service).
Customer relationship management adalah strategi tingkat korporasi, yang berfokus pada pembangunan dan pemeliharaan hubungan dengan pelanggan. Beberapa paket perangkat lunak telah tersedia dengan pendekatan yang berbeda-beda terhadap CRM. Bagaimanapun, CRM bukanlah teknologi itu sendiri, tetapi ia adalah pendekatan holistik terhadap falsafah organisasi, yang menekankan hubungan yang erat dengan pelanggan. CRM mengurus filosofi organisasi pada semua tingkatan, termasuk kebijakan dan proses, customer service, pelatihan pegawai, pemasaran, dana manajemen sistem dan informasi. Sistem CRM mengintegrasikan pemasaran, penjualan, dan customer service dari ujung ke ujung.



Sunday, April 7, 2019

CP 7 E-COMMERCE UNIVERSITAS DHYANA PURA

PERKEMBANGAN E-RETAIL DI INDONESIA
&
5 PLATFORM BISNIS ONLINE YANG SUDAH BERKEMBANG
Perkembangan Industri Retail di Indonesia begitu sangat pesat, namun tidak diiringi oleh informasi yang menunjang, sangat susah mencari informasi tentang perkembangan retail di internet. coba saja cari di om google tentang ” retail ” yang keluar pasti kebanyakan link dari luar ataupun iklan yang tidak ada hubungannya dengan informasi retail yang kita cari.
Melalui website ini, saya berusaha berbagi pengetahuan mengenai seluk beluk Industri Retail di Indonesia. Untuk mendukung penjelasan ini, saya menggunakan teori yang penulis dapatkan langsung dari sumber terbesar retail di indonesia, yaitu Matahari Dept Store.
Retail adalah penjualan dari sejumlah kecil komoditas kepada konsumen. Retail berasal dari bahasa Perancis yaitu ” Retailer” yang berarti ” Memotong menjadi kecil kecil” (Risch, 1991 ). Sedangkan menurut Gilbert (2003) Retail adalah Semua usaha bisnis yang secara langsung mengarahkan kemampuan pemasarannya untuk memuaskan konsumen akhir berdasarkan organisasi penjualan barang dan jasa sebagai inti dari distribusi. Dalam kamus Bahasa Inggris – Indonesia, Retail bisa juga di artikan sebagai “Eceran”.
Retailing adalah semua aktivitas yang mengikut sertakan pemasaran barang dan jasa secara langsung kepada pelanggan. Sedangkan Retailer adalah semua organisasi bisnis yang memperoleh lebuh dari setengah hasil penjualannya dari retailing ( lucas, bush dan Gresham, 1994)
Klasifikasi Retail
Menurut Pintel dan Diamond (1971), Retail dapat di klasifikasikan dalam banyak cara, sebagai contoh Retail dapat di kelompokkan sesuai dengan aktivitas penjualan barang berdasarkan sbb :
1. Retail Kecil
Bisnis Retail kecil di gambarkan sebagai retailer yang berpenghasilan di bawah $500 pertahun. Pemilik retail pada umumnya bertanggung jawab penuh terhadap seluruh penjualan dan manajemen. Biasanya kebanyakan pemilik toko pada bisnis retail kecil ini dimiliki oleh secara individu (Individual Proprietorship)
2. Retail Besar
Pada saat ini industri Retail di kuasai oleh organisasi besar, organisasi tersebut meliputi : Departemen Store – Chain organization (organisasi berantai), Supermarket, Catalog Store, Warehouse, Outlet dan Online Store (Toko Online )
Departemen Store merupakan salah satu dari retailer besar dimana menawarkan berbagai macam jenis produk / barang, tingkat harga dan kenyamanan dalam berbelanja.
Produk yang ditawarkan bisa meliputi :
Ø  Perlengkapan pria ( Mens World ) dan Wanita ( Ladies World )
Ø  Perlengkapan Remaja ( Youth World )
Ø  Perlengkapan anak anak & permainan (Children & Toys World)
Ø  Perlengkapan Sepatu dan Accesories ( Shoes World )
Ø  Perlengkapan Olahraga & Alat Musik (Sport Center)
Ø  Perlengkapan perangkat keras /Rumah tangga (Hardware)
Ø  Perlengkapan Kosmetik
Bisnis Retail secara umum adalah kegiatan usaha menjual aneka barang atau jasa untuk konsumsi langsung atau tidak langsung. Dalam matarantai perdagangan bisnis retail merupakan bagian terakhir dari proses distribusi suatu barang atau jasa dan bersentuhan langsung dengan konsumen. Secara umum peritel tidak membuat barang dan tidak menjual ke pengecer lain.
Akan tetapi dalam praktik bisnis retail modern saat ini tidak tertutup kemungkinan, banyak pengecer kecil membeli barang di gerai peritel besar, mengingat perbedaan harga yang muncul pada waktu-waktu promosi tertentu yang dilakukan oleh peritel besar.Bisnis Retail di Indonesia secara umum dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu, ritel modern dan retail tradisional. Retail modern sebenarnya merupakan pengembangan dari retail tradisional, yang pada praktiknya mengaplikasikan konsep yang modern, pemanfaatan teknologi, dan mengakomodasi perkembangan gaya hidup di masyarakat (konsumen).
Jika kita menilik sejarah retail modern di indonesia sebenarnya sudah di mulai dari tahun 1960-an. Pada saat itu sudah muncul department Store yang pertama yaitu SARINAH. Dalam kurun waktu lebih dari 15 tahun kemudian, bisnis retail di Indonesia bisa dikatakan berkembang dalam level yang sangat rendah sekali. Hal ini bisa dikaitkan dengan kebijakan ekonomi Soeharto di awal masa pemerintahan orde baru, yang lebih banyak membangun investasi di bidang eksploitasi hasil alam (tambang & kayu), dibandingkan sektor usaha retail barang dan jasa di masyarakat.
Awal tahun 1990-an merupakan titik awal perkembangan bisnis retail di indonesia. Ditandai dengan mulai beroperasinya salah satu perusahaan retail besar dari Jepang yaitu “SOGO”. Selanjutnya dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 99/1998, yang menghapuskan larangan investor dari luar untuk masuk ke dalam bisnis retail di indonesia, perkembangannya menjadi semakin pesat.
Saat ini, muncul begitu banyak format modern retail/market diantaranya adalah sbb:
a)      Hypermarket
b)      Department Store
c)      Superrmarket
d)     Specialty store/convinience store
e)      Minimarket
Modern market digambarkan secara sederhana sebagai suatu tempat menjual barang-barang makanan atau non makanan, barang jadi atau bahan olahan, kebutuhan harian atau lainnya yang menggunakan format self service dan menjalankan sistem swalayan yaitu konsumen membayar di kasir yang telah disediakan. Sehingga saat ini banyak orang cukup familiar dengan istilah “Pasar Swalayan”
Berdasarkan definisi yang tertuang dalam Keputusan Presiden RI No. 112/Th. 2007, dikatakan bahwa Format Pasar Swalayan dikategorikan sbb:
1.      Minimarket :
– Produk dijual : kebutuhan rumahtangga, makanan dan termasuk kebutuhan harian.
– Jumlah produk : < 5000 item
– Luas gerai : maks. 400m2
– Area Parkir : terbatas
– Potensi penjualan : maks. 200 juta
2.      Supermarket:
– Produk dijual : kebutuhan rumahtangga, makanan dan termasuk kebutuhan harian.
– Jumlah produk : 5000-25000 item
– Luas gerai : 400-5000m2
– Area Parkir : sedang (memadai)
– Potensi penjualan : 200 juta- 10 milliar
3.Hypermarket:
– Produk dijual : kebutuhan rumahtangga, makanan dan termasuk kebutuhan harian, textile, fashion, furniture, dll.
– Jumlah produk : >25000 item
– Luas gerai : > 5000 m2
– Area Parkir : sangat besar
– Potensi penjualan : > 10 milliar
Dalam 6 tahun terakhir, perkembangan ketiga format modern market di atas sangatlah tinggi. Konsepnya yang modern, adanya sentuhan teknologi dan mampu memenuhi perkembangan gaya hidup konsumen telah memberikan nilai lebih dibandingkan dengan market tradisional.
Selain itu atmosfer belanja yang lebih bersih dan nyaman, semakin menarik konsumen dan dapat menciptakan budaya baru dalam berbelanja.
Menurut data yang dikeluarkan oleh Media Data-APRINDO dalam rentang waktu 2004 s.d 2008 format minimarket memiliki rata-rata pertumbuhan turnover paling tinggi yaitu sebesar 38% per tahun, disusul kemudian oleh Hypermarket sebesar 21,5% dan supermarket yang hanya 6% per tahun. Tingginya pertumbuhan di format minimarket, ditandai dengan semakin ketatnya persaingan dalam ekspansi atau penambahan jumlah gerai dari dua pemain besar di dalamnya yaitu Indomart dan Alfamart.
Sedangkan dalam nilai turnover yang dapat dihasilkan, format hypermarket merupakan yang terbesar, seperti yang dicapai pada tahun 2008 yaitu sebesar: 41%. Sementara itu minimarket dengan 32%, dan terakhir supermarket dengan 26%. Dominasi market share oleh Hypermarket ini dimulai dari tahun 2005, yang mana sebelumnya dikuasai oleh Supermarket. Penurunan di Supermarket dinilai sebagai akibat dari semakin banyaknya penambahan gerai minimarket yang dapat memotong akses konsumen ke supermarket. Ditambah pula oleh semakin agresifnya Hypermarket dalam berbagai promosi yang kuat dan menarik. Serta kelengkapan produknya telah memberikan tempat tersendiri dimata konsumen.

5 PLATFORM BISNIS ONLINE YANG SUDAH BERKEMBANG
1.    BukaLapak
Didirikan pada awal 2010 sebagai salah satu produk portofolio agensi digital bernama Suitmedia, Bukalapak bertumbuh sebagai salah satu produk online terbesar karya anak bangsa di Indonesia. Achmad Zaky selaku CEO mengatakan bahwa saat ini terapat sekitar 150.000 penjual dan 1,5 juta produk aktif di Bukalapak memproses transaksi senilai Rp. 500 juta setiap harinya. Di website ini, para pengguna dapat melakukan aktivitas jual beli dengan harga pas maupun harga yang siap untuk dinegosiasikan. Bukalapak memiliki fitur dompet virtual bernama Bukadompet sebagai salah satu metode pembayaran.
2.    Tokopedia
Berdiri pada awal 2009, Tokopedia dinilai sebagai pemimpin pasar dalam ranah market place online di Indonesia. Paling tidak, Tokopedia memiliki jumlah modal yang sangat besar berkat USD 100 juta (RP. 1,2 triliun) yang disuntikkan beberapa bulan lalu oleh Softbank Internet and Media Inc. dan Sequoia Capital. William Tanuwijaya selaku CEO mengatakan bahwa saat ini mereka memiliki “ratusan ribu” penjual yang bertumbuh jumlahnya sebesar 30 persen setiap bulan. Saat ini Tokopedia memiliki 3,3 juta produk aktif, dimana sekitar 2 juta produk terjual di platform setiap bulannya.
3.    Elevenia
Elevenia merupakan salah satu pemain termuda di daftar ini, namun mereka sangat agresif dan telah mencatat pertumbuhan yang sangat besar di tahun pertama operasinya. Diluncurkan ada bulan maret 2014, perusahaan hasil joint venture antara XL Axiata dan SK Planet asal Korea Selatan ini memiliki 2 juta produk aktif dan melayani 8.000 order setiap harinya. Uniknya, perusahaan ini menyediakan seller zone di Jakarta, berisikan studio foto dan ruang pelatihan untuk membantu para penjual online yang masih baru. Semua hal itu dapat digunakan secara gratis. Elevenia mengambil komisi dari setiap penjualan di dalam platform.
4.    Qoo10 Indonesia
Berasal dari Singapura, Qoo10 merupakan perusahaan joint venture antara eBay dengan GMarket asal Korea Selatan. Qoo10 Indonesia sendiri mulai beroperasi sejak tahun 2012, dan mengklaim memproses transaksi senilai lebih dari USD 2,5 juta (Rp. 32 milliar) setiap bulannya. Selain di Indonesia, Qoo10 juga beroperasi di Singapura, Jepang, Malaysia, China, dan Hongkong. Qoo10 Indonesia menarik komisi dari setiap penjualan yang terjadi di dalam platform.
5.    Rakuten Belanja Online
Diluncurkan pada tahun 2011, Rakuten Belanja Online (RBO) awalnya merupakan perusahaan hasil joint venture antara konglomerat media MNC dan raksasa e-commerce Jepang Rakuten. Namun pada tahun 2013 kerjasama itu secara resmi berakhir, dan sekarang RBO beroperasi sendiri di Indonesia. Tidak banyak informasi seputar perkembangan RBO. Pada tahun 2013, RBO memiliki target menjual 1 juta produk di dalam websitenya. Dan walaupun menganut model bisnis B2B2C (business-to-business-to-consumer), mulai September 2014 RBO membuka pintu bagi penjual mikro dan individual untuk ikut berjualan di dalam platformnya.

www.undhirabali.ac.id